<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306</id><updated>2011-08-02T04:08:17.474+07:00</updated><category term='Artikel'/><category term='Profil Layanan'/><category term='Konsultasi'/><category term='Berita'/><title type='text'>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah (P3H)</title><subtitle type='html'>Kami adalah sebuah lembaga yang membantu proses optimalisasi pendidikan di sekolah maupun di rumah. 
Kami juga memberikan pelayanan pengelolaan
sumber daya manusia di dalam instansi pendidikan maupun perusahaan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-1131140434013347817</id><published>2010-07-20T08:40:00.000+07:00</published><updated>2010-07-20T08:43:45.459+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi'/><title type='text'>Ibu Bekerja, Anak Bagaimana?</title><content type='html'>&lt;em&gt;Assalamu’alaikum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadzah, saya mengetahui bahwa idealnya seorang ibu sebaiknya ada di rumah untuk mengasuh, mendampingi, dan mendidiknya sendiri. Namun dengan kondisi yang ada, membuat saya harus menjadi seorang wanita yang bekerja. Yang ingin saya tanyakan, apa saja yang perlu saya lakukan dengan kondisi saya bekerja saat ini, agar perkembangan psikologis anak saya tetap optimal. Mohon sarannya, terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;(Ibu P di Sidoarjo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaikumsalam ibu P di Sidoarjo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi wanita bekerja sekaligus ibu rumah tangga memang adalah sebuah pilihan. Saya memahami beberapa keluarga memang belum bisa menghindari hal ini. Sebenarnya, setiap keluarga memiliki keunikan dalam mengelola kehidupannya. Jadi mungkin solusi untuk sebuah keluarga akan berbeda dengan keluarga yang lain. Saya akan menceritakan beberapa keluarga. Sebagian keluarga  yang kedua suami-istrinya bekerja memilih untuk menitipkan anaknya kepada orangtua/mertua, dengan alasan keluarga lebih dapat dipercaya untuk mengasuh anak-anak. Sebagian keluarga memutuskan untuk mengambil seorang pengasuh atau baby sitter untuk menjaga anaknya selama mereka bekerja karena tidak ingin merepotkan orangtua. Sebagian keluarga memilih untuk membawa anaknya di tempat penitipan anak karena ingin layanan profesional. Pilihan ini banyak dilakukan oleh keluarga dengan anak-anak yang masih bayi atau balita. Untuk keluarga yang memiliki anak lebih besar, banyak yang memilih sekolah fullday, dengan alasan memberikan lingkungan belajar selama seharian selama orangtua bekerja sehingga anak-anak mendapatkan pendidikan formal yang dapat dipercaya untuk perkembangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua pilihan di atas pada dasarnya bisa dilakukan, tapi kami ingin memberikan saran berupa penekanan tertentu. Jika menitipkan kepada orangtua, perlu ada sebuah kesepakatan tentang pola asuh, karena seringkali kakek-nenek memanjakan cucu-cucunya sehingga mempengaruhi tingkat kemandirian. Jika menitipkan kepada pengasuh, baby sitter, atau tempat penitipan anak, maka perlu dilihat dulu, apakah pihak-pihak ini dapat memahami konsep pendidikan anak, mampu melakukan stimulasi atau pendidikan untuk perkembangan anak, dan punya komitmen serta kasih sayang seperti kita orangtuanya. Kejadian tentang pengasuh yang membiarkan anak, atau baby sitter yang memarahi anak, dan tempat penitipan anak yang hanya berjaga-jaga supaya anak tidak menangis, asalkan anak-anak diam dibiarkan saja, kejadian ini sering kita dengar dan perlu kita hindari. Oleh karena itu, perlu ada seleksi dengan serius ketika memilih pengasuh atau tempat penitipan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, yang perlu dilakukan orangtua ketika meninggalkan anaknya untuk bekerja adalah memastikan anaknya mendapatkan lingkungan yang nyaman, mendapatkan stimulasi atau pendidikan yang tepat sesuai dengan usianya sehingga terpenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu, ketika orangtua pulang dari bekerja, diharapkan dapat mengelola waktunya dengan baik untuk tetap berinteraksi dengan anak, misalnya menyiapkan keperluannya sebelum berangkat bekerja, makan bersama, menemani belajar, diskusi atau ngobrol santai untuk tahu aktivitas hariannya, mengantarkan tidur, melakukan ibadah seperti shalat dan membaca Al Qur’an bersama-sama, dimana tujuan aktivitas bersama ini adalah untuk mempertahankan kontak emosional atau kedekatan sehingga anak merasa mendapat perhatian yang cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagimana yang ibu katakan, bahwa idealnya seorang ibu ada di rumah untuk mengasuh sendiri anaknya, jadi kami tetap menyarankan untuk memprioritaskan peran ibu. Seorang ibu adalah pendidik pertama dan utama, yang mengajari anak-anak hal-hal pertama dalam kehidupannya, yang meletakkan dasar-dasar tentang kehidupan. Setidaknya di masa golden age kira-kira 5-6 tahun pertama, masa emas yang menjadi proses perkembangan awal anak, para ibu diharapkan ada di rumah. Selepas usia tersebut, dengan pendidikan yang baik anak-anak biasanya sudah mulai mandiri untuk keperluan pribadinya, serta mampu berkomunikasi untuk mengutarakan isi hati dan pikirannya, sehingga para ibu dapat kembali bekerja dengan tanpa beban.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-1131140434013347817?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/1131140434013347817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2010/07/ibu-bekerja-anak-bagaimana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/1131140434013347817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/1131140434013347817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2010/07/ibu-bekerja-anak-bagaimana.html' title='Ibu Bekerja, Anak Bagaimana?'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-9203739006978591369</id><published>2010-01-29T07:56:00.000+07:00</published><updated>2010-01-29T07:58:17.722+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mutiara Hikmah tentang Orangtua dan Anak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/S2Iya77uXKI/AAAAAAAAACk/8LKfsyrb4xw/s1600-h/ibu2.jpg"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431959538908421282" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 250px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/S2Iya77uXKI/AAAAAAAAACk/8LKfsyrb4xw/s400/ibu2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Allah SWT telah mengingatkan kita tentang hakikat anak bagi orangtua, bahwa anak-anak adalah ujian bagi orangtuanya. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara pasangan-pasangan hidupmu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya harta-harta kamu, dan anak-anak kamu adalah ujian (bagimu); di sisi Allah ada ganjaran (pahala) yang besar” (QS At Taghaabun [64]:14-15). Jika anak-anak kita tumbuh dengan baik dan menyenangkan hati orangtua, maka itu adalah sebuah ujian tentang bagaimana orangtua bersyukur. Jika anak-anak kita tumbuh dengan beberapa kekurangan dan menyusahkan orangtua, maka itu adalah ujian tentang bagaimana orangtua bersabar.&lt;br /&gt;Allah juga telah menunjukkan bagaimana cara orangtua berhubungan dengan anaknya, seperti tersampaikan dalam hadits Rasulullah Saw berikut ini. “Jika seseorang telah wafat, maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga hal: sedeqah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.”(HR Muslim). Oleh karena itu, orangtua berkewajiban untuk mendidik anaknya menjadi anak yang shalih dan berbakti pada orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu majelis Rasulullah mengingatkan para sahabat-sahabatnya, “Hormatilah anak-anakmu dan didiklah mereka. Allah ‘Azza wa Jalla memberi rahmat kepada seseorang yang membantu anaknya sehingga sang anak dapat berbakti kepadanya.” Salah seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana cara membantu anakku sehingga ia dapat berbakti kepadaku?” Nabi Menjawab, “Menerima usahanya walaupun kecil, memaafkan kekeliruannya, tidak membebaninya dengan beban yang berat, dan tidak pula memakinya dengan makian yang melukai hatinya.” (HR Abu Daud)&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain Rasulullah berkata, “Siapa yang memiliki anak, hendaklah ia bermain bersamanya dan menjadi sepertinya. Siapa yang mengembirakan hati anaknya, maka ia bagaikan memerdekakan hamba sahaya. Siapa yang bergurau (bercanda) untuk menyenangkan hati anaknya, maka ia bagaikan menangis karena takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla” (HR Abu Daud dan At Tirmidzi)&lt;br /&gt;Hadits Rasulullah diatas menjelaskan, “Siapa yang memiliki anak, hendaklah ia bermain bersamanya dan menjadi sepertinya.” Adalah sebuah ungkapan yang amat sederhana yang memiliki arti: keterikatan batin yang amat dalam agar anak dan orangtua dapat saling memahami, menjadi sahabat dan teman saling bertukar pikiran. Berapa banyak anak-anak kita yang tidak lagi merasakan dapat bermain bersama orangtuanya dan saling memahami karena kesibukan orang tua dalam hal mencari keduniaan? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-9203739006978591369?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/9203739006978591369/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2010/01/mutiara-hikmah-tentang-orangtua-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/9203739006978591369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/9203739006978591369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2010/01/mutiara-hikmah-tentang-orangtua-dan.html' title='Mutiara Hikmah tentang Orangtua dan Anak'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/S2Iya77uXKI/AAAAAAAAACk/8LKfsyrb4xw/s72-c/ibu2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-7346300634175136671</id><published>2009-12-07T07:37:00.002+07:00</published><updated>2009-12-07T07:41:57.153+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Layanan'/><title type='text'>Group Therapy Session</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SxxO7tyxujI/AAAAAAAAACc/6p3-avXcYiQ/s1600-h/Group+Therapy+P3H.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5412287640004311602" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 377px; CURSOR: hand; HEIGHT: 400px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SxxO7tyxujI/AAAAAAAAACc/6p3-avXcYiQ/s400/Group+Therapy+P3H.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://idaputra.multiply.com/reviews/item/3"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Terapi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;untuk anak-anak sejauh ini telah dilakukan&lt;br /&gt;one-on one, satu terapis satu klien&lt;br /&gt;Alhamdulillah, beberapa anak telah menunjukkan kemajuan pesat,&lt;br /&gt;meski dalam beberapa hal masih perlu dibantu.&lt;br /&gt;Oleh karena itu anak-anak memerlukan sebuah generalisasi,&lt;br /&gt;sebagai media untuk mengaplikasikan&lt;br /&gt;kemampuannya dalam konteks aktivitas sosial.&lt;br /&gt;Aktivitas sosial ini akan menjadi sebuah stimulasi penting,&lt;br /&gt;untuk melihat sejauh mana anak dapat beradaptasi&lt;br /&gt;dan menunjukkan kemampuannya dalam lingkungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Group Therapy Session&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Serangkaian terapi gabungan, yaitu terapi okupasi, terapi wicara, dan terapi perilaku untuk memberikan stimulasi pada anak dalam konteks aktivitas sosial.&lt;br /&gt;Waktu Pelaksanaan : Sabtu, 12 Desember pukul 09.00-11.00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAKET A : Rp 150.000,- (Group Therapy untuk anak dipandu oleh terapis okupasi dan terapis wicara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAKET B : Rp. 200.000 (Group Therapy untuk anak dan Foccused Group Discussion untuk orangtua yang dipandu oleh Psikolog)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan : Foccused Group Discussion ini adalah sebuah bentuk konseling kelompok, sharing pengalaman, &amp;amp; konsultasi psikologis yang mendiskusikan tips-tips dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-7346300634175136671?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/7346300634175136671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/12/group-therapy-session.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7346300634175136671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7346300634175136671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/12/group-therapy-session.html' title='Group Therapy Session'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SxxO7tyxujI/AAAAAAAAACc/6p3-avXcYiQ/s72-c/Group+Therapy+P3H.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-7145255791797217116</id><published>2009-11-24T10:39:00.003+07:00</published><updated>2009-11-24T10:49:07.984+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi'/><title type='text'>Konsultasi tentang Anak Pendiam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Assallamu'alaikum Warahmatullohi Wabarakatuh.&lt;br /&gt;Yth. ustadz/ustadzah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kami ingin konsultasi mengenai problem anak kami. Anak kami sekarang berumur 10 tahun duduk dikelas IV SD, sampai saat ini yang menjadi masalah adalah kesulitan bersosialisasi baik dengan teman maupun orang lain (terutama yang baru dikenal). Ketika diajak berkumpul&lt;br /&gt;dengan teman atau orang lain dia hanya nguntit dibelakang ibunya, ketika disapa teman/orang lain dia tidak mau menjawab dan berubah menjadi pendiam. Perlu diketahui anak kami jika dirumah normal-normal saja, baik bicara maupun perilakunya, bahkan dia termasuk anak yang berprestasi disekolahnya. Mohon saran dari ustadz/ustadzh, apa yang harus kami lakukan. Apakah anak kami perlu terapi/penangan khusus ? Sebelumnya kami ucapkan terima kasih, dan mohon maaf.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wassalamu'alaikum Warahmatullohi Wabaratuh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hormat kami, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bapak M.A.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;===================================================================&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wa'alaikumsalam Warahmatullohi Wabarakatuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pertama-tama, terimakasih telah berbagi kisah tentang anak dengan kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kedua, sebelum membahas tentang permasalahan anak, kami ingin sampaikan sudut pandang umum terlebih dahulu. Setiap anak (sebagaimana semua manusia) adalah unik, berbeda satu sama lain. Maha besar Allah yang telahmenciptakannya. Oleh karena itu, masalah yang sama antara satu anak dengan yang lain belum tentu memiliki latar belakang sama, dan belum tentu jugamemiliki solusi yang sama. Maka setiap masalah anak, perlu ditelusuri kekhasannya sehingga kita dapat menemukan akar masalah untuk menyusun solusi dari situ.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketiga, masalah kesulitan bersosialisasi secara umum adalah masalah yang umum terjadi dengan range 20-30% populasi anak mengalami dengan latar belakang berbeda. Sebagai catatan, tidak semua anak yang memiliki sosialisasi yang kurang kemudian menjadi bermasalah dalam bidang akademis, namun masalah ini jika dibiarkan akan menghambat kecerdasan emosinya, yang akan sangat diperlukan dalam konteks sosialisasi (berorganisasi jika disekolah, bekerja jika sudah besar nanti). Bapak M.A. telah menjelaskan sebagian dari masalah ananda, namun kami belum dapat memberikan saran secara detil. Kami hanya sampaikanbeberapa kasus serupa yang semoga cukup menjadi inspirasi awal. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kasus pertama, ada anak pendiam karena sebab fisik, maksudnya keterbatasan fisik. Pendiamnya anak semacam ini adalah representasi rasa tidak percaya diri ketika dia membandingkan diri dengan teman seusianya yang dia rasa'tidak punya kelemahan seperti dia'. Yang dimaksud kelemahan fisik bisaberupa cacat (buta, tuli, tunadaksa), postur tubuh (terlalu pendek/tinggi,terlalu gemuk/kurus, agak bungkuk), kelincahan (kurang terampil bermainbola, sering jatuh), atau mudah sakit. Jika hal-hal semacam ini terjadi,tentunya saran yang diberikan adalah membenahi fisiknya (pengobatan atau terapi fisik), jika tidak bisa disembuhkan maka kita perlu memberikan pendampingan psikologis agar dia mau menerima dirinya dan menumbuhkanpercaya diri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kasus kedua, anak pendiam karena trauma. Trauma disini adalah pengalamanmasa lalu yang tidak mengenakkan atau menyakitkan hati sehingga meninggalkan bekas dalam alam bawah sadar bahwa bersosialisasi dengan orang baru itu TIDAK ENAK, atau bahkan MENGANCAM keamanan dirinya. Jenis trauma yang pernah kami dapati : disiksa secara fisik-psikologis olehorangtua/keluarga besar waktu kecil, diabaikan/ditinggalkan sendirian oleh orangtua waktu kecil, dimarahi pengasuh waktu kecil, sering dititipkan kepada orang lain sewaktu kecil, perceraian orangtua, munculnya ayah/ibu tiri pada masa kecil, atau pelecehan seksual oleh orang tidak dikenal. Untuk kasus-kasus seperti ini, maka yang disarankan adalah terapi untuk menghilangkan trauma dulu, baru membantu untuk bersosialisasi lebih baik. Terapi semacam ini harus dipandu oleh profesional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kasus ketiga, anak yang pendiam karena kebiasaan. Kebiasaan disini maksudnya pengondisian lingkungan yang kurang stimulasi sosial untuk anak. Misalnya, anak ini adalah anak tunggal, sehingga tidak ada saudara untuk diajak bersosialisasi. Contoh lain, anak yang tinggal di kompleks perumahan yang minim sosialisasi sehingga anak tidak terbiasa berkumpul dengan orang banyak. Bisa juga, anak yang memiliki kedua orangtua yang juga pendiam sehingga jarang berkomunikasi satu sama lain. Jika kasusnya semacam ini, maka yang perlu adalah pembiasaan yang dimulai di rumah,dilanjutkan di sekolah, dan suatu saat disimulasikan dalam konteks masyarakat umum. Perlakukan semacam ini dilakukan oleh orangtua, dengan panduan awal dari profesional.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dengan melihat contoh kasus di atas, semoga ada sedikit gambaran tentang masalah pendiamnya anak. Jika tidak satu kasus pun yang mirip, kami kira bapak M.A. perlu mendeskripsikan masalah ananda lebih detil, agar memudahkan kami melakukan analisis. Untuk saran berikutnya, silakan hubungi kami lagi. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Kebenaran hanya milik Allah, maka jika ada kesalahan itu datangnya khilaf kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wassalamu'alaikum Warahmatullohi Wabaratuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hormat kami,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tim P3H &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-7145255791797217116?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/7145255791797217116/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/11/konsultasi-tentang-anak-pendiam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7145255791797217116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7145255791797217116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/11/konsultasi-tentang-anak-pendiam.html' title='Konsultasi tentang Anak Pendiam'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-6535031233078467477</id><published>2009-11-05T11:02:00.000+07:00</published><updated>2009-11-05T11:30:36.642+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Memberdayakan Orangtua sebagai Pendidik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perkembangan anak harus berjalan dari tiga arah, yakni guru, anak, dan orang tua. Guru berperan sebagai pemerhati di sekolah, anak menjadi seseorang yang dipercaya, dan orang tua menjadi tempat curahan hati di rumah.&lt;br /&gt;Kita harus mengakui bahwa poros pendidikan, terutama penanaman sikap atau akhlak yang dahulu terpusat di keluarga atau lingkungan rumah telah bergeser ke sekolah sebagai institusi formal pendidikan yang sangat diakui. Ketika orangtua mengambil keputusan untuk menyekolahkan anaknya, saat itulah orangtua memberikan kepercayaan kepada sekolah untuk mendidik anaknya. Apalagi, saat ini banyak sekolah yang tidak hanya menjanjikan pendidikan agar anak memiliki prestasi akademis yang baik tetapi juga ‘berani’ menawarkan pendidikan akhlak. Maka orangtua semakin merasa aman dan nyaman untuk menyerahkan segala urursan pendidikan anak kepada sekolah.&lt;br /&gt;Menurut sejarah, sekolah berasal dari bahasa Latin skole, scola, atau scolae, yang berarti ‘waktu luang’ atau ‘waktu senggang’. Artinya sekolah adalah ‘waktu luang yang digunakan secara khusus untuk belajar’. Saat ini, sekolah yang diharapkan menjadi tempat sosialisasi dan perangkat kurikulum yang diharapkan menjadi sarana anak-anak untuk mempelajari nilai-nilai kehidupan justru membelenggu dan mencabut dunia anak-anak karena begitu padatnya kurikulum pendidikan.&lt;br /&gt;Kita semua mengenal keluarga sebagai masyarakat terkecil di dunia ini, di mana setiap manusia belajar segala sesuatu untuk pertama kalinya. Sesungguhnya, pendidik pertama dan paling utama bagi anak-anak, khususnya masalah sikap dan akhlak adalah orangtua mereka. Sekolah sebagai institusi formal boleh saja mencoba untuk memfasilitasi pembelajaran akhlak tetapi kunci ketercapaian pendidikan akhlak tetap berada di dalam keluarga. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan berbeda antara di rumah dan di sekolah akan menjadi anak yang bingung, misalnya sekolah mewajibkan pemakaian kerudung sedangkan orangtua tidak melakukan hal yang sama, maka anak menjadi kebingungan akan nilai menutup aurat. Anak yang mendapat pendidikan akhlak di sekolah tetapi kurang mendapatkan perhatian di rumah juga akan cenderung menjadi pribadi yang labil. Oleh karena itu, sekolah yang menawarkan pendidikan akhlak mesti merancang kerja sama dengan orangtua sedemikian rupa agar program sekolah dapat berjalan beriringan dengan peran orangtua di rumah.&lt;br /&gt;Kerjasama sekolah dan orangtua bisa diwujudkan dalam rung lingkup yang luas. Pada umumnya, orangtua atau wali murid tergabung dalam wadah Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan yang sekarang dikenal dengan istilah Komite Sekolah. Komite Sekolah ini diharapkan memberikan peran yang berarti bagi sekolah. Sejauh ini, Komite Sekolah kami telah menyelenggarakan kegiatan seperti sarasehan pendidikan, kajian tematik, kajian agama, dan bahkan memprakarsai wisata ruhani dan pelatihan bagi siswa dan guru. Inilah kemungkinan bentuk pertama kerja sama orangtua dan sekolah dalam mendukung sistem pendidikan.&lt;br /&gt;Bentuk kedua yang mungkin bisa dilakukan adalah sistem komunikasi terbuka antara orangtua dan sekolah. Sekolah pernah kebingungan dalam menghadapi permasalahan anak dan kesulitan menghubungi orangtua karena kesibukan mereka. Kadangkala orangtua kurang memiliki perhatian untuk membangun komunikasi dengan sekolah, seperti tampak dalam ketidakhadiran dalam pertemuan wali murid. Padahal dengan pertemuan ini, sekolah berusaha melakukan sosialisasi sistem pendidikan dan berbagai macam kebijakan sekolah agar dipahami orangtua dan menggali masukan dari mereka. Beberapa orangtua masih merasa risih atau enggan diundang ke sekolah secara pribadi karena mempersepsikan undangan sebagai konsekuensi anaknya bermasalah atau melakukan pelanggaran aturan sekolah, padahal belum tentu seperti itu. Komunikasi yang efektif bisa dilakukan jika sekolah memberikan kesempatan komunikasi dan pelayanan diskusi yang nyaman dan orangtua memiliki persepsi positif serta keterbukaan berdiskusi dengan sekolah. Undangan sekolah akan lebih baik dipersepsikan sebagai bentuk layanan komunikasi dan kesempatan berdiskusi tentang langkah terbaik dalam mandampingi proses tumbuh kembang anak.&lt;br /&gt;Kegiatan berikutnya yang akan sangat membantu kerja sama orangtua dan sekolah adalah kunjungan rumah. Sekolah kami secara bergiliran mengirimkan perwakilan guru untuk mengunjungi rumah wali murid. Penulis mengamati, saat ini sudah banyak sekolah yang melakukannya. Kegiatan ini pada dasarnya adalah silaturahmi untuk membangun kehangatan hubungan antara kedua pihak, ternyata proses ini mendatangkan manfaat yang lebih luas. Selama proses perbincangan di rumah wali murid, sekolah bisa mendapatkan gambaran pendidikan orangtua di rumah, meluruskan perbedaan-perbedaan persepsi antara kedua pihak, menemukan data-data yang sangat berguna untuk mengembangkan program sekolah, sekaligus membangun komitmen tentang tindak lanjut kegiatan ke depan baik oleh orangua di rumah maupun oleh guru di sekolah agar anak-anak berkembang lebih baik.&lt;br /&gt;Program lain yang pernah diselenggarakan sekolah adalah Parenting Skill Class. Dalam program ini, semua orangtua diundang ke sekolah secara bergiliran untuk mendapatkan pembelajaran tentang penerapan pola asuh orangtua pada anak-anaknya. Program ini bertujuan agar visi sekolah dan orangtua dalam mendidik anak sama. Parenting Skill Class merupakan layanan sekolah untuk wali murid yang diharapkan bisa memberi bekal dalam mendampingi tumbuh kembang anak dengan baik. Acara ini dipandu oleh instruktur berpengalaman dengan kemasan yang menarik, mulai dari ceramah, diskusi, berbagai pengalaman, permainan, nonton film, dan kisah-kisah kontemplatif. Wali murid merasakan banyak manfaat dari kegiatan ini.&lt;br /&gt;Sekolah harus merancang program-program ini dengan terencana, terkoordinasi, dan terevaluasi dengan baik serta melaksanakannya secara berkelanjutan. Seberapa pun baiknya program yang dirancang sekolah, kekuatan motivasi dari wali murid tetap menjadi kunci utama suksesnya kerja sama antara sekolah dan orangtua. Orangtua yang memiliki komitmen kuat atas kerja sama ini dan memiliki komunikasi yang baik dengan sekolah, insya Allah akan mendapati anak-anaknya tumbuh dengan baik dan mencapai prestasi yang diharapkan. Orangtua yang kurang peduli akan kerja sama ini dan menyerahkan seluruh tanggung jawab pendidikan pada sekolah, perlu merenung tentang kemungkinan mereka akan mendapati anak-anaknya tumbuh tidak sesuai dengan harapan mereka.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-6535031233078467477?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/6535031233078467477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/11/memberdayakan-orangtua-sebagai-pendidik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/6535031233078467477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/6535031233078467477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/11/memberdayakan-orangtua-sebagai-pendidik.html' title='Memberdayakan Orangtua sebagai Pendidik'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-7146021161274192920</id><published>2009-09-28T14:07:00.001+07:00</published><updated>2009-09-28T14:10:52.005+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1430H</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SsBgzV_hqHI/AAAAAAAAAB8/s8-RhLVk0t4/s1600-h/lebaran+copy.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5386411589528299634" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 280px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SsBgzV_hqHI/AAAAAAAAAB8/s8-RhLVk0t4/s400/lebaran+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-7146021161274192920?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/7146021161274192920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri-1430h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7146021161274192920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7146021161274192920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri-1430h.html' title='Selamat Idul Fitri 1430H'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SsBgzV_hqHI/AAAAAAAAAB8/s8-RhLVk0t4/s72-c/lebaran+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-3382728252530982055</id><published>2009-08-19T13:56:00.003+07:00</published><updated>2009-08-19T14:03:54.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Marhaban Ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SouiZuoTq-I/AAAAAAAAABs/qD04eJSUUcE/s1600-h/masjid+copy.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371565543466970082" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 276px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SouiZuoTq-I/AAAAAAAAABs/qD04eJSUUcE/s400/masjid+copy.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pimpinan dan staf Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah&lt;br /&gt;mengucapkan menunaikan ibadah bulan Ramadhan 1430 H.&lt;br /&gt;Semoga menjadi jalan untuk masuk golongan Muttaqin &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-3382728252530982055?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/3382728252530982055/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/3382728252530982055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/3382728252530982055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban Ya Ramadhan'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SouiZuoTq-I/AAAAAAAAABs/qD04eJSUUcE/s72-c/masjid+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-9002454674502868552</id><published>2009-08-19T13:50:00.001+07:00</published><updated>2009-08-19T13:52:29.162+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi'/><title type='text'>Anakku Berubah Menjadi Emosional</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Assalamulaikum,&lt;br /&gt;Pada kurun waktu satu tahun terakhir, terutama enam bulan terakhir ini putra kami menunjukkan perubahan sikap dan perilaku. Ananda yang dulu cukup mandiri sekarang begitu tergantung pada orang lain untuk aktivitas tertentu. Ananda juga menjadi tidak mudah menyesuaikan diri dengan aturan. Jika dahulu seringkali nampak ceria, akhir-akhir ini cenderung suka marah, emosional, teriak-teriak, dan sering menangis. Sejak bayi, ananda berkumpul dengan kami selama 3 bulan saja, setelah itu saya pergi ke luar kota dan ananda tinggal bersama ibu, kakek, dan nenek. Sejak itu pertemuan dengan saya tentunya tidak bisa setiap hari. Menurut kami, ananda memiliki perkembangan fisik dan psikologis yang baik sejak bayi hingga usia masuk pendidikan TK. Kemampuan motorik dan berbahasa nampak bagus dan ananda menunjukkan daya tangkap dan proses belajar yang cepat.&lt;br /&gt;Pada kurun waktu setahun terakhir memang terdapat perubahan kondisi lingkungan. Ananda diasuh oleh kakek, nenek, dan seorang pengasuh yang baru dikenal dan hanya bertemu dengan sayadan ibunya dalam satu minggu sekali. Saya memang bekerja di luar kota dan ibunya sedang menempuh pendidikan lanjutan di kota yang sama. Kakek, nenek, dan pengasuh menerapak pola asuh yang agak berbeda dari pola asuh ibu sebelumnya. Ananda cenderung dimanjakan saat ini, bahkan beberapa aturan tegas yang dibangun ibunya semasa kecil diabaikan oleh pengasuh yang sekarang. Apa yang harus kami lakukan sekarang ya?&lt;br /&gt;(Bapak  W)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikumsalam&lt;br /&gt;Beberapa anak yang memiliki gangguan emosi dipengaruhi oleh tingkat intelegensinya. Sebagian  dari anak-anak yang integensinya kurang menjadi cenderung kurang bisa dikendalikan dan menjadi mudah emosional. Jika putra ibu nampak cerdas, maka kemungkinan gangguan emosinya tidak disebabkan oleh tingkat intelegensi.&lt;br /&gt;Sebagaian anak yang memiliki gangguan emosi disebabkan oleh perkembangan motorik yang kurang optimal. Anak-anak seperti ini akan merasa tidak nyaman dengan tubuhnya sehingga mencari bentuk pengalihan, dimana salah satunya adalah bentuk perilaku emosional. Jika ananda juga menunjukkan kemampuan motorik halus dan motorik kasar yang baik, maka perubahan perilaku secara umum juga tidak disebabkan oleh masalah fisik dan motorik.&lt;br /&gt;Maka kemungkinan besar, dari cerita bapak, perubahan emosi itu diakibatkan oleh perubahan situasi lingkungan. Putra bapak mungkin saja sedang melakukan proses penyesuaian diri dengan perubahan lingkungan yang menimbulkan perubahan perilaku yang kurang diharapkan. Penyesuaian diri yang dimaksud adalah terpisah dalam kehidupan sehari-hari dari figur lekat ibu. Perilaku yang kurang diharapkan adalah sikap emosional dan penurunan tingkat kemandirian. Perilaku ini muncul sebagai bentuk pengalihan akan kecemasan yang dirasakannya dan kebutuhan perhatian serta kasih sayang dari figur-figur yang diharapkan, yaitu ayah dan ibu.&lt;br /&gt;Perilaku yang kurang diharapkan dalam bentuk sikap emosional dan penurunan tingkat kemandirian adalah dampak dari inkonsistensi pola asuh. Maksudnya jika dahulu ananda mendapat pola asuh seimbang dengan beberapa aturan yang berlaku, maka saat ini aturan-aturan yang dulu dibangun diabaikan oleh pengasuh yang sekarang. Inkonsistensi aturan biasanya memang berdampak terhadap perubahan perilaku seseorang. Oleh karena itu, saran yang pertama adalah mengembalikan konsistensi pola asuh pada putra bapak. Pengasuh yang sekarang perlu untuk diajak kompromi tentang mekanisme pola asuh agar dalam penerapan sehari-hari tetap mempertahankan pola asuh yang dahulu.&lt;br /&gt;Saran kedua, lingkungan perlu membantu agar kecemasan yang dirasakan putra ibu berkurang.  Jika kondisi jarak yang jauh serta frekuensi pertemuan saat ini cukup menghambat pemenuhan kebutuhannya, maka bapak, ibu, dan putra disarankan untuk tinggal bersama. Hal ini juga dapat menjadi solusi untuk menghindari inkonsistensi pola asuh.  Sekian, mudah-mudahan bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-9002454674502868552?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/9002454674502868552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/08/anakku-berubah-menjadi-emosional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/9002454674502868552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/9002454674502868552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/08/anakku-berubah-menjadi-emosional.html' title='Anakku Berubah Menjadi Emosional'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-5464253566357197487</id><published>2009-08-19T12:52:00.002+07:00</published><updated>2009-08-19T13:24:59.671+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi'/><title type='text'>Autisme atau ADHD?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Assalamualaikum,&lt;br /&gt;Kepada tim P3H, saya ingin menceritakan kondisi putra saya. Ananda telah menunjukkan gejala keterlambatan perkembangan sejak usia 2 tahun, yaitu kurang mau dan sulit berbicara, kurang fokus pada aktivitas, dan menggumamkan bahasa aneh. Pada waktu itu, saya bawa ke psikolog, dan didiagnosis psikolog ada gejala autisme ringan. Pada usia 3,5 tahun, saya periksakan ke sebuah rumah sakit bagian anak dan dinyatakan bahwa ananda menunjukkan kecenderungan ADHD. Saya ingin tahu, apakah anak saya memang punya kelainan itu? Menurut saya, dia hanya terlambat bicara dan kurang konsentrasi. Saya merasa serem dengar istilah autis atau ADHD. Saya juga takut, kalau saya teruskan saran rumah sakit, ujung-ujungnya anak saya dikasih resep obat, saya kurang berkenan. Bagaimana saran P3H?&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Ibu D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa’alaikum salam..&lt;br /&gt;Terimakasih sudah mau berbagi. Sebelum memberi saran, akan kami sampaikan standar untuk menetapkan apakah putra ibu mengalami sindrom autisme atau ADHD. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Diagnosis Autisme Sesuai DSM IV&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;A. &lt;strong&gt;Interaksi Sosial&lt;/strong&gt; ( minimal 2 ): 1. Tidak mampu menjalin interaksi sosial non verbal : kontak mata, ekspresi muka, posisi tubuh, gerak-gerik kurang tertuju 2. Kesulitan bermain dengan teman sebaya 3. Tidak ada empati, perilaku berbagi kesenangan / minat 4. Kurang mampu mengadakan hubungan sosial &amp;amp; emosional 2 arah&lt;br /&gt;B. &lt;strong&gt;Komunikasi Sosial&lt;/strong&gt; ( minimal 1 ) 1. Tidak / terlambat bicara, tidak berusaha berkomunikasi non verbal 2. Bisa bicara tapi tidak untuk komunikasi / inisiasi, egosentris 3. Bahasa aneh &amp;amp; diulang-ulang / stereotip 4. Cara bermain kurang variatif / imajinatif, kurang imitasi social&lt;br /&gt;C. &lt;strong&gt;Imaginasi,&lt;/strong&gt; berpikir flesibel dan bermain imaginatif ( minimal 1 ) 1. Mempertahankan 1 minat atau lebih dg. cara yang sangat khas &amp;amp; berlebihan, baik intensitas &amp;amp; fokus 2. Terpaku pada suatu kegiatan ritualistik / rutinitas yang tidak berguna 3. Ada gerakan-gerakan aneh yang khas dan berulang-ulang. Seringkali sangat terpukau pada bagian-bagian tertentu dari suatu benda &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Diagnosis Gangguan Hiperkinetik (ADHD) DSM IV&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Tidak dapat berkonsentrasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Paling sedikit terdapat 6 gejala yang menetap minimal selama 6 bulan dari gejala berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak mampu memberikan perhatian pada yang hal-hal kecil, sering membuat kesalahan yang sesungguhnya tidak perlu terjadi pada waktu mengerjakan tugas sekolah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak mampu memusatkan perhatian secara terus menerus pada waktu menyelesaikan tugas atau bermain &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering tampak tidak mendengarkan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering tidak dapat mengikuti perintah dan gagal menyelesaikan tugas sekolah atau tugas lainnya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering mengalami kesulitan untuk mengatur tugas atau aktivitas lainnya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering menolak atau tidak menyukai tugas yang memerlukan perhatian terus menerus &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering kehilangan barang-barang yang diperlukan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perhatiannya mudah beralih oleh rangsang dari luar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering lupa dalam menyelesaikan tugas sehari-hari &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2. Hiperaktivitas dan Impulsifitas&lt;br /&gt;Paling sedikit terdapat 6 gejala yang menetap minimal selama 6 bulan dari gejala berikut:&lt;br /&gt;Hiperaktivitas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak dapat duduk diam, tangan/kakinya tidak dapat diam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering meninggalkan tempat duduk pada waktu mengikuti kegiatan didalam kelas atau kegiatan lainnya yang mengharuskan tetap duduk &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berlari-lari atau memanjat secara berlebihan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak dapat mengikuti aktivitas dengan tenang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selalu 'bergerak terus' atau berlaku bagaikan didorong oleh 'mesin' &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering banyak bicara &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Impulsivitas &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Terlalu cepat memberikan jawaban, sebelum pertanyaan selesai didengar &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sulit menunggu giliran &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering melakukan interupsi atau menganggu orang lain &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;3. Gejala tersebut terjadi sebelum usia 7 tahun&lt;br /&gt;4. Gejala-gejala tersebut terjadi pada lebih dari satu situasi (di rumah, sekolah, dll)&lt;br /&gt;5. Gejala-gejala tersebut secara klinis nyata menimbulkan kendala dalam kegiatan sosial, akademik, dan tugas-tugas lainnya&lt;br /&gt;6. Gejala-gejala tersebut tidak diakibatkan oleh gangguan perkembangan pervasif, skizoprenia, gangguan psikosa lainnya, dan gangguan jiwa yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ibu dapat melakukan observasi pada putra ibu, apakah lebih cenderung sutisme atau ADHD. Jika memang nampak keseluruhan dari gejala di atas ada pada putra ibu, berarti tingkat autisme atau ADHD termasuk kategori berat dan penggunaan obat yang ibu khawatirkan sangat mungkin diperlukan. Oleh karena itu, segera konsultasikan pada ahli autisme dan ADHD. Mohon maaf kami masih memiliki keterbatasan penanganan permasalahan tersebut. Jika terdapat sebagian gejala di atas, kemungkinan memang tarafnya autisme atau ADHD masih ringan seperti diagnosis psikolog sebelumnya, kami dapat membantu. Sebaiknya memang segera mendapatkan penanganan terapi agar kondisinya tidak bertambah parah, paling tidak terapi okupasi untuk membantunya melaksanakan aktivitas sehari-hari dan terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan berbahasanya. Datanglah ke kantor kami untuk diskusi lebih lanjut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wassalam (Tim P3H)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-5464253566357197487?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/5464253566357197487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/08/autisme-atau-adhd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/5464253566357197487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/5464253566357197487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/08/autisme-atau-adhd.html' title='Autisme atau ADHD?'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-9132595725554650654</id><published>2009-07-29T14:25:00.001+07:00</published><updated>2009-07-29T14:25:45.005+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;img style="visibility:hidden;width:0px;height:0px;" border=0 width=0 height=0 src="http://counters.gigya.com/wildfire/IMP/CXNID=2000002.0NXC/bHQ9MTI*ODg1MjIzNDE*MCZwdD*xMjQ4ODUyMzI5OTIxJnA9MTE5MzEmZD1ibGVuZGVydGhlbWUmbj1ibG9nZ2VyJmc9MSZvPTViZmFhODU1ZDRlMTQyY2E4MzVmOTZhYTE3ZDlhMTlj.gif" /&gt;&lt;embed src="http://cdn-img1.imagechef.com/ic/images/blender-heartsP.swf" flashvars="varTheme=snow&amp;myVar1=http://cdn-img1.imagechef.com/w/090729/samp0a407a0895a39b71.jpg&amp;myVar2=http://cdn-img1.imagechef.com/w/090729/swf8a53deae6469e457.swf" quality="high" bgcolor="#ffffff" width="300" height="300" name="flower-animated" align="middle" allowScriptAccess="sameDomain" allowFullScreen="false" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" &gt; &lt;/embed&gt;&lt;br&gt;&lt;a target="_blank" href="http://www.imagechef.com/ic/blender/"&gt;ImageChef.com Poetry Blender&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-9132595725554650654?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/9132595725554650654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/07/imagechef.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/9132595725554650654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/9132595725554650654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/07/imagechef.html' title=''/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-542439596431384468</id><published>2009-07-29T14:23:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T14:26:11.565+07:00</updated><title type='text'>Coba</title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-542439596431384468?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/542439596431384468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/07/coba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/542439596431384468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/542439596431384468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/07/coba.html' title='Coba'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-1645420519846455105</id><published>2009-07-16T14:03:00.006+07:00</published><updated>2009-07-16T14:17:26.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Layanan'/><title type='text'>Tes Calon Guru</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah memberikan pelayanan tes psikologi bagi calon guru Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Al Hikmah dan kami terbuka untuk menangani permintaan tes psikologi calog guru dari sekolah mana pun. Pada intinya, kami memberikan gambaran tentang potensi kecerdasan, potensi sikap kerja dan potensi kepribadian. Dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing calon guru dan kebutuhan sekolah, maka akan kami akan memberikan saran atau rekomendasi penerimaan, yang disertai catatan saran pengembangan bagi masing-masing calon guru. Berikut ini contoh draft hasil pemeriksaan psikologi calon guru :&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358951208877628194" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 311px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/Sl7Ru0XNGyI/AAAAAAAAABc/u_OAu26wch8/s320/psiko1.JPG" border="0" /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358951046846592866" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 313px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/Sl7RlYv_t2I/AAAAAAAAABU/R-dg6uMgVIk/s320/psiko2.JPG" border="0" /&gt; &lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358950831139678050" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 158px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/Sl7RY1LdZ2I/AAAAAAAAABM/2DyOCNP0uOE/s320/psiko3.JPG" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk laporan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing deskripsi tugas guru, misalnya guru-guru IPA akan membutuhkan kualifikasi berbeda dengan guru IPS atau bahasa. Kami sangat terbuka untuk berkomunikasi mengenai bentuk laporan sepanjang dalam setiap pelaksanaan pemeriksaan tidak ada intervensi pihak mana pun karena kami memegang prinsip kode etik profesi psikologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-1645420519846455105?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/1645420519846455105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/07/tes-calon-guru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/1645420519846455105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/1645420519846455105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/07/tes-calon-guru.html' title='Tes Calon Guru'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/Sl7Ru0XNGyI/AAAAAAAAABc/u_OAu26wch8/s72-c/psiko1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-803024541172677384</id><published>2009-07-16T11:21:00.003+07:00</published><updated>2009-07-16T12:55:44.864+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Proyek Pemetaan Guru dan Karyawan Yayasan Al Khairiyah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah (P3H) mendapatkan amanah untuk melakukan pemetaan guru dan karyawan Yayasan Al Khairiyah. Seluruh guru dan karyawan yang mengikuti kegiatan pemetaan ini berjumlah 60 orang. Tujuan dari kegiatan ini, sesuai dengan permintaan pihak terkait adalah :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Melakukan pemetaan potensi kemampuan dan komitmen guru dan karyawan secara lebih detil dan komprehensif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mencari bibit unggul yang kompeten, berakhlaq, loyal dan berdedikasi tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Melakukan penempatan guru dan karyawan yang lebih tepat dan proporsional berdasarkan jenjang sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Meminta rekomendasi dari penyelenggara terkait dengan pembinaan SDM yang tepat dan mesti dilakukan di masa mendatang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam rangka memenuhi tujuan tersebut, P3H telah melakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tes Psikologi : Untuk mengetahui karakter kepribadian dan potensi manajerial/ leadership (Waktu pelaksanaan tanggal 3 Juli 2009)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wawancara Individual : Untuk mengetahui karakter ruhiyah (ibadah) dan sikap kerja (akhlaq dan loyalitas) seseorang. (Waktu pelaksanaan : 4 Juli 2009)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seluruh hasil pemetaan disajikan dalam dua bentuk laporan. Laporan berupa laporan secara keseluruhan berserta analisis data statistik deskripsif yang meringkasi keseluruhan penilaian karyawan, dari segi potensi kecerdasan, potensi kepribadian, potensi kinerja, dan sikap ruhiyah. Laporan kedua menyajikan analisis individual yang memberikan gambaran detil setiap guru dan karyawan beserta saran/rekomendasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alhamdulillah, laporan hasil pemetaan dan rekomendasi telah diberikan kepada Yayasan Al Khairiyah pada tanggal 10 Juli 2009. Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan ini. P3H mengucapkan terimkasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terlaksanya kegiatan ini. Kami mengucapkan terimkasih kepada :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ustad Zain Hasan Baharun, selaku Sekretaris Yayasan Al Khairiyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ahmad Zaky Lutfi, selaku Wakil Direktur Sekolah Yayasan Al Khairiyah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;SDM Interviewer yang membantu P3H, Ustadah Hayatun Nufus &amp;amp; Ustad Eko Ariyanto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;SDM Psikolog yang menjadi tulang punggung P3H, Ustadah Myrna Retnani, Ustadah Adiyah Lediawati, Mbak Sofie&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;SDM Tester yang begitu handal di lapangan : Nisa, Tya, Udhe, dan Auxin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;SDM Entry Data yang berjam-jam berhari-hari berkutat dengan data-data psikologi : Candra Irawan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pak Ihkwanuddin yang membantu proses pengemasan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;Semoga setiap kegiatan yang dilaksakan memberikan kebermanfaatan. Semoga Allah menjaga niat kebaikan kita dalam melakukan setiap aktivitas ini agar dapat dicatat sebagai amal ibadah. Semoga keberkahan dan ridho Allah menaungi kita. Amin.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-803024541172677384?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/803024541172677384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/07/proyek-pemetaan-guru-dan-karyawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/803024541172677384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/803024541172677384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/07/proyek-pemetaan-guru-dan-karyawan.html' title='Proyek Pemetaan Guru dan Karyawan Yayasan Al Khairiyah'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-3146867365192116670</id><published>2009-06-03T08:18:00.002+07:00</published><updated>2009-06-03T08:38:26.719+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><title type='text'>Bikin Potret Anak di TK Mutiara Hati</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada bulan Mei kemarin, P3H punya gawe yang seru. TK Mutiara Hati, yaitu sebuah TK di daerah Tambak Sumur Sidoarjo, meminta P3H untuk melakukan pemetaan siswa-siswinya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alhamdulillah, observasi untuk anak dilakukan selama 3 hari, yaitu tanggal 25, 26, dan 29 Mei 2009. Kegiatan observasi berusaha memotret tida aspek utama perkembangan anak, yaitu perkembangan kognitif, perkembangan kepribadian, dan perkembangan motorik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Observasi perkembangan kognitif meliputi 3 area, yaitu melihat kecerdasan umum, memetakan perkembangan konsep, dan melihat perkembangan bahasa anak.  Kecerdasan umum disini adalah kemampuan belajar melalui interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan perkembangan konsep adalah pemahaman terhadap konsep-konsep yang seharusnya dikuasai anak seusianya. Perkembangan bahasa merupakan peta kemampuan berbicara dan menyampaikan keinginan, pendapat atau perasaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Observasi perkembangan kepribadian meliputi 3 area, yaitu keterampilan sosial, keterampilan emosional, dan kemandirian. Keterampilan sosial anak dilihat dari kemampuan untuk menyesuaikan diri, keterbukaan dan kemauan untuk menerima kehadiran orang lain. Keterampilan emosional merupakan kemampuan untuk menunjukkan perubahan emosi yang wajar dan bisa mengelola keinginan.  Kemandirian dilihat dari kemampuan melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan kebutuhan dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Obervasi perkembangan motorik meliputi 2 area, yaitu keterampilan motorik kasar dan halus. Keterampilan motorik kasar dilihat dari kemampuan mengatur dan mengendalikan fungsi gerak tangan, kaki, dan badan. Sedangkan kemampuan motorik halus dilihat dari kemampuan  mengatur dan mengendalikan  aktivitas yang  menggunakan keterampilan jari tangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada tanggal 30 Mei 2009, saatnya orangtua tahu bagaimana perkembangan anaknya. Sosialisasi hasil tes pemeriksaan psikologi digabung dengan acara konsultasi untuk orangtua ini dikemas dalam bentuk talk show bertajuk Orangtua Belajar Anak Berkembang. Sosialisasi hasil tes psikologi sangat perlu dilakukan, karena terkadang informasi dalam laporan tes psikologi bisa ditelan mentah-mentah tanpa ditelaah atau bahkan disalah persepsikan sehingga malah menjadi dasar yang salah dalam membimbing anak. Kami selaku penyusun laporan merasa berkewajiban untuk menjelaskan makna dalm laporan tersebut sekaligus memberikan pendidikan kepada para orangtua. Alhamdulillah orangtua sangat responsif dengan acara ini. Berbagai pertanyaan mengalir dari para orangtua, seputar curhat mereka dalam keseharian mendidik anak. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-3146867365192116670?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/3146867365192116670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/06/bikin-potret-anak-di-tk-mutiara-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/3146867365192116670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/3146867365192116670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/06/bikin-potret-anak-di-tk-mutiara-hati.html' title='Bikin Potret Anak di TK Mutiara Hati'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-4514969526577631978</id><published>2009-05-05T11:28:00.004+07:00</published><updated>2009-10-05T08:49:09.881+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Layanan'/><title type='text'>Terapi Wicara</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SslQNEH23aI/AAAAAAAAACE/2AWPc74WLA4/s1600-h/DSC02191.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388926614500728226" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SslQNEH23aI/AAAAAAAAACE/2AWPc74WLA4/s400/DSC02191.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terapi wicara merupakan suatu metode untuk menangani orang-orang yang mengalami gangguan perilaku komunikasi yang meliputi: gangguan bicara, bahasa, suara, dan irama kelancaran. Terapi wicara dapat diberikan untuk beberapa jenis gangguan berikut: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Gangguan Wicara&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Dislogia : Gangguan wicara karena adanya gangguan intelegensi/konsep. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dislalia : Gangguan wicara karena kebiasan pemakaian yang salah (lingkungan) &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Disaudia : Gangguan wicara karena adanya gangguan pendengaran &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Disglosia : Gangguan wicara karena ada kelainan struktur organ, morfologi/bentuk organ-organ wicara seperti lidah, mulut, langit-langit mulut. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Disartia : Gangguan wicara karena adanya kelainan neurologis, cedera pada bagian neuromuscular. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Dispraxia : Gangguan wicara karena lesi di otak bagian programasi urutan gerak otot-otot bicara. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Gangguan Bahasa&lt;/strong&gt; : &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Afasia perkembangan pada anak-anak&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Gangguan Suara&lt;/strong&gt; : kehilangan suara sebagian (disfonia) atau tidak bersuara sama sekali (afonia) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Gangguan Irama Kelancaran&lt;/strong&gt; : klater, latah, gagap&lt;br /&gt;(Rovika Hadi Suwignyo, Amd. TW.- Terapis Wicara P3H)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-4514969526577631978?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/4514969526577631978/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/05/terapi-wicara-merupakan-suatu-metode.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/4514969526577631978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/4514969526577631978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/05/terapi-wicara-merupakan-suatu-metode.html' title='Terapi Wicara'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SslQNEH23aI/AAAAAAAAACE/2AWPc74WLA4/s72-c/DSC02191.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-5088969152191014121</id><published>2009-05-01T14:10:00.000+07:00</published><updated>2009-05-01T14:22:45.532+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi'/><title type='text'>Anak Sering Ceroboh</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Assalamualaikum,&lt;br /&gt;Saya mau ceritakan kondisi anak saya yang suka ceroboh. Dia seringkali kehilangan barang, apalagi untuk yang kecil-kecil seperti pensil, penghapus, atau bolpoin. Mainan yang ada di rumah juga sering dirusak, meskipun dia bilang itu tidak sengaja. Saya juga kesulitan membantunya belajar menulis, karena tulisannya kadang-kadang tidak terbaca, kalau menyalin, satu atau dua huruf hilang, dan pensilnya juga sering patah. Yang paling menjengkelkan, dia sering menyenggol barang-barang, gelas berisi air tumpah, atau kalau naruh barang sering tidak pas sehingga terbanting ke lantai sehingga sering terjadi keributan di rumah. Saya sudah terlalu sering mengingatkannya untuk hati-hati, tapi tetap saja sulit untuk berubah. Kenapa ya dengan anak saya, apakah itu sebuah kelainan? Terimakasih (Ibu Ny)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Waalaikumsalam&lt;br /&gt;Orangtua memang sering diuji kesabarannya lewat perilaku anak, mudah-mudahan Ibu Ny sabar..Amin. Sekilas dari cerita ibu, kemungkinan ananda mengalami gangguan memori visual, yaitu kemampuan untuk mengingat  dalam memperlakukan benda. Sebenarnya itu bukan kelainan, sebab anak yang kemampuan intelektualnya bagus juga bisa mengalami masalah yang sama. Kemungkinan besar hal ini terjadi karena kurangnya stimulasi lingkungan yang membentuk kemampuan tersebut. Artinya masalah kebiasaan, budaya, atau proses belajar  waktu kecil maupun proses belajar di sekolah kurang merangsang pertumbuhan kemampuan tersebut. Faktor lain yang juga menyebabkan adalah keterampilan motorik halus terutama manipulasi di ujung jari yang kurang bagus. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan cara pegang pensilnya yang tidak stabil atau cara pegang sendoknya yang kurang pas. Selain itu bisa juga ditambah kontrol gerakan dan sistem keseimbangan yang kurang optimal. Anak seperti ini masih bisa dibantu dengan latihan keterampilan motorik halus dan terapi untuk meningkatkan kontrol postur.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-5088969152191014121?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/5088969152191014121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/05/anak-sering-ceroboh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/5088969152191014121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/5088969152191014121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/05/anak-sering-ceroboh.html' title='Anak Sering Ceroboh'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-1334845052980195750</id><published>2009-04-16T14:09:00.004+07:00</published><updated>2009-05-01T13:23:54.446+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kok Tulisan Anakku Jelek Ya...</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Menulis dengan tangan diakui sebagai salah satu kemampuan motorik halus yang harus dikuasai anak-anak sekolah dasar. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Namun seringkali kita mendengar keluhan para orangtua dan guru tentang jeleknya tulisan anak sekarang. Bisa jadi metode mengajarkan menulis tidak seperti sekolah jaman dulu. Lalu, sebenarnya apa yang mesti dipersiapkan agar anak-anak tidak sampai mengalami masalah itu. Mari kita lihat uraian berikut tentang Perkembangan &lt;i&gt;Pre Writing Skill &lt;/i&gt;(Keterampilan Sebelum Menulis) :&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;li style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Sebelum umur 1 tahun, anak menggigit crayon atau meremas kertas, anak juga suka memukulkan crayon ke kertas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span lang="ES"  style="font-size:100%;"&gt;Pada umur 1 tahun anak mencoret-coret secara acak. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Tahap berikutnya anak mencoret spontan pada arah vertikal, horizontal dan melingkar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada umur 1 ½ tahun anak meniru coretan vertikal, horizontal dan melingkar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada umur 2 – 2 ½ tahun anak meniru garis vertical,horizontal dan&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;lingkaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pada umur 3 tahun anak menkopi vertical,horizontal dan&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;lingkaran serta meniru tanda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Pada umur 4 tahun anak mengkopi tanda dan meniru garis miring kanan – kiri dan kotak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Pada umur 4 ½ tahun anak mengkopi garis miring kanan-kiri dan kotak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;Pada umur 5 tahun anak mengkopi garis silang dan segitiga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;Pada umur 6 tahun anak mengkopi belah ketupat&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-INDENT: -0.25in; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: trebuchet ms; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah kita perhatikan, apakah anak-anak kita sudah melalui kemampuan tersebut pada usia yang ditetapkan? Jika belum, ada kemungkinan muncul masalah kesulitan dalam belajar menulis atau hasil tulisan yang jelek. Perlu diketahui, menulis bukan semata-mata membutuhkan kemampuan motorik halus yang mengaktifkan otot-otot halus di jari-jari tetapi juga membutuhkan kemampuan motorik kasar. Kami sering menemukan anak-anak yang bermasalah dengan tulisan ternyata hanya membutuhkan terapi motorik kasar yang tujuannya memperbaiki kontrol pergelangan tangan, kontrol siku dan lengan, atau stabilisasi bahu.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;(Tsamaniyatun Chotimah, AMd.O.T. -Terapis Okupasi P3H)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-1334845052980195750?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/1334845052980195750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/menulis-dengan-tangan-diakui-sebagai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/1334845052980195750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/1334845052980195750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/menulis-dengan-tangan-diakui-sebagai.html' title='Kok Tulisan Anakku Jelek Ya...'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-2108442083045171354</id><published>2009-04-16T14:06:00.003+07:00</published><updated>2009-05-01T13:34:11.223+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Kapan disebut Terlambat Bicara?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Apakah anak Anda terlambat bicara? Sebenarnya kapan seorang anak dikatakan terlambat bicara? Mari kita lihat ketetapan ahli tentang masa perkembangan persiapan bicara pada anak sebagai berikut :&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: trebuchet ms; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Tahap &lt;i&gt;Reflex Vocalization&lt;/i&gt;, yaitu ketika bayi mengeluarkan suara tangis. Tahap ini secara&lt;span style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;normal muncul pada usia 0-1,5 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Tahap &lt;i&gt;Babbling&lt;/i&gt;, yaitu ketika bayi mulai mengoceh setidaknya satu suku kata berulang-ulang, seperti ma-ma, ba-ba atau suara-sura huruf vokal. Tahap ini secara&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;normal muncul pada usia 1,5 - 6 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Tahap &lt;i&gt;Lalling&lt;/i&gt;, yaitu ketika bayi dapat mengucapkan suku kata yang lebih kompleks seperti mam-mam tap-tap dan mulai bisa menirukan ucapan sebagai tanda adanya&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;integrasi antara proses pendengaran dan bicara. Tahap ini secara&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;normal muncul pada usia 6-9 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Tahap &lt;i&gt;Echolalia&lt;/i&gt;, yaitu ketika bayi mulai bisa menirukan kata-kata, meskipun tidak paham artinya seperti kata : mama, mata, kuda (kadang-kadang disebut duda), bisa (kadang masih disebut bica). Tahap ini secara&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;normal muncul pada usia 9-12 bulan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-INDENT: -0.25in"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Tahap &lt;i&gt;True Speech&lt;/i&gt;, yaitu ketika bayi mulai bisa mengatakan sesuatu sesuai dengan maknanya. Misal, dia bilang ‘mama’ sambil menunjuk ibunya atau dia bilang ‘pulang’ sambil menarik tangan ibunya sebagi tanda mengajak pulang. Tahap ini secara&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;normal muncul pada usia 12-18 bulan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: trebuchet ms; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0)"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;Jika anak Anda belum mencapai kemampuan sesuai dengan usianya mungkin termasuk kategori terlambat bicara. Bisa jadi karena organ-organ bicara belum siap. Organ bicara ini antara lain : organ respirasi atau pernafasan, organ fonasi atau pita suara, dan organ artikulasi yang meliputi bibir, lidah, gigi, rahang, langit-langit, dan faring.&lt;span style="font-size:0;"&gt; &lt;/span&gt;Mungkin juga terlambat bicara karena ada proses persiapan bicara yang belum tuntas seperti mengunyah, menelan, atau menghisap. Nah, kalau Anda memiliki masalah tersebut mungkin kami bisa membantu dengan memberikan terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan berbicaranya. (&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;Rovika Hadi Suwignyo, Amd.T.W&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt; -&lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:100%;"&gt;Terapis Wicara P3H)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-2108442083045171354?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/2108442083045171354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/kapan-disebut-terlambat-bicara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/2108442083045171354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/2108442083045171354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/kapan-disebut-terlambat-bicara.html' title='Kapan disebut Terlambat Bicara?'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-4868395242673144390</id><published>2009-04-16T14:04:00.001+07:00</published><updated>2009-05-01T13:20:24.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi'/><title type='text'>Trauma dengan Kekerasan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Assamulaikum,&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Saya punya anak usia 10 tahun yang sulit sekali mengendalikan keinginannya. Setiap kali menginginkan sesuatu, harus dituruti saat itu juga. Kalau tidak, dia bakal ngambek, nggak mau ngomong atau malah teriak-teriak sambil nangis, baik itu saat minta jajanan atau mainan. Saya tahu, sifat seperti itu tidak baik, dia harus belajar mengendalikan keinginannya. Makanya akhir-akhir ini, saya buat peraturan buat dia, uang saku saya batasi dan setiap kali perg ibelanja harus disepakati dulu di awal apa yang mau dibeli, tidak boleh minta macam-macam lagi. Apakah peraturan seperti ini salah? Beberapa hari yang lalu saya mengalami kejadian yang memalukan. Sewaktu di sebuah swalayan, dia marah karena tidak saya ijinkan mengambil makanan di luar kesepakatan. Dia teriak-teriak sampai orang satu swalayan melihat kita berdua. Saya tidak tahan, akhirnya saya cubit, saya pukul sampai diam. Saya jadi takut, apakah nanti dia tidak trauma dengan kekerasan yang sudah saya lakukan? Mohon pendapatnya, terimakasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Waalaikum salam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Setiap orangtua pasti berusaha memberikan yang terbaik buat anaknya. Tetapi bukan berarti harus menuruti segala keinginannya. Alhamdulillah, ibu menyadari bahwa kita harus mendidik anak-anak untuk mengendalikan keinginan. Allah mengaruniakan hawa nafsu agar manusia dapat mengendalikannya. Apakah peraturan perlu dibuat? Ya, sangat perlu. Anak-anak perlu dikenalkan pada hukum sebab akibat, jika melakukan ini akan berakibat itu. Jika tidak dibekali aturan, mereka akan semaunya sendiri dan pada akhirnya akan sulit beradaptasi di masyarakat yang penuh dengan aturan. Hanya saja proses menetapkan aturan perlu diperhalus, dengan cara dialog tentang apa harapan anak, harapan ayah-ibu, dan usaha untuk mempertemukan keduanya. Kesepakatan perlu dibangun, dan setelah itu dilaksanakan dengan konsisten. Pada awalnya mungkin terjadi masalah, anak yang terbiasa mendapat segala yang diinginkan tiba-tiba diberi peraturan-peraturan. Seperti yang ibu ceritakan, teriak-teriak di swalayan. Yah, di sini mungkin pengorbanan orangtua diperlukan seperti rasa malu dilihat orang, perasaan tega yang kadang membuat kita merasa bersalah, dan perang emosi dengan anak ketika harus melakukan kekerasan. Perlu digarisbawahi, bukan &lt;i&gt;kekerasan &lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;tapi &lt;i&gt;ketegasan. &lt;/i&gt;Jika anak bisa diberi konsekuensi dengan didiamkan atau &lt;i&gt;dicuekin&lt;/i&gt;, mungkin tidak perlu sampai memukul.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Namun jika itu sudah terlanjur terjadi, agar tidak terjadi trauma perlu dialog dengan anak. Setelah emosinya reda, ajak diskusi tentang alasan ketegasan tadi. Jelaskan pelan-pelan bahwa semua itu dilakukan untuk kebaikannya di masa depan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-4868395242673144390?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/4868395242673144390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/konsultasi-trauma-karena-kekerasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/4868395242673144390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/4868395242673144390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/konsultasi-trauma-karena-kekerasan.html' title='Trauma dengan Kekerasan'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-1476408909919108551</id><published>2009-04-16T14:01:00.002+07:00</published><updated>2009-05-01T13:17:50.708+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi'/><title type='text'>Susah Konsentrasi,  Diberi Obat?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Assamulaikum,&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Ustadah anak saya sepertinya sulit konsentrasi. Kalau di kelas umek terus, nggak bisa diam. Kenapa ya kok bisa begitu, apa ada kelainan? Beberapa anak teman saya yang seperti ini dibawa ke dokter dan akhirnya diberi obat. Memang katanya bisa jadi lebih tenang, setidaknya kalau minum obat pagi hari bisa tahan sampai jam 12 siang. Apakah obat seperti ini tidak berbahaya kalau dikonsumsi terus menerus? Ada nggak terapi psikologi untuk meningkatkan konsentrasi yang bisa diberikan biar tidak perlu pakai obat? Terimakasih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Waalaikumsalam ,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Konsentrasi anak ketika belajar di kelas maupun di rumah dipengaruhi beberapa faktor, antara lain kondisi fisik, situasi emosi, situasi sosial, dan juga minat. Kita harus meneliti dulu sebab kesulitan konsentrasi, baru bisa memberikan saran, apakah perlu terapi, atau perlu obat, atau penanganan lain. Dari beberapa kasus yang pernah kami tangani, memang ada anak-anak dengan kesulitan konsentrasi. Jika tanda-tanda umek tersebut diteliti lebih lanjut, kemungkinan ada ketidaktuntasan sistem sensorik-motorik. Maka salah satu solusinya dalah dengan mengikuti terapi okupasi dengan pendekatan sensorik integrasi. Terapi dilakukan untuk menstimulasi tubuh agar mengatur regulasi diri lebih baik. Jadi tidak perlu obat untuk membuat anak tenang dan mudah berkonsentrasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-INDENT: 0.5in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Konsentrasi bisa dipengaruhi oleh situasi emosi. Beberapa anak memang tampak terlihat melamun ketika di kelas sehingga kelihatan sulit konsentrasi. Biasanya anak-anak melamun dua hal, antara berkhayal atas keinginan-keinginan yang belum tercapai atau kecemasan terhadap berbagai hal yang mereka takutkan. Terapi yang dilakukan tentu saja dalam rangka membantu mereka mengelola keinginan dan mengelola kecemasan. Terapi ini biasanya dengan program orangtua dan anak, tidak perlu obat juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="COLOR: rgb(0,0,0); TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"   style="font-family:'Courier New';font-size:10;"&gt;Penggunaan obat mungkin saja perlu ketika kesulitan konsentrasi cukup parah, sebab obat dapat menstimulasi tubuh untuk mengatur sistem hormon yang membantu regulasi dalam tubuh.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Setiap penggunaan obat tentu ada efek sampingnya dan setiap orang memberikan respon yang berbeda, bisa cocok bisa tidak cocok, bisa berbahaya bisa juga tidak. Jika memang berkenan menggunakan obat, sebaiknya tanyakan kepada dokter pemberi obat tentang kegunaan obat tersebut, dan galilah lebih detil efek samping yang mungkin didapat ketika mengkonsumsinya. Dokter punya kewajiban untuk menjelaskan semua itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-1476408909919108551?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/1476408909919108551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/konsultasi-gangguan-konsentrasi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/1476408909919108551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/1476408909919108551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/konsultasi-gangguan-konsentrasi.html' title='Susah Konsentrasi,  Diberi Obat?'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-7111300434733702784</id><published>2009-04-08T12:35:00.008+07:00</published><updated>2009-10-05T09:07:16.527+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Profil Layanan'/><title type='text'>Terapi Okupasi (Occupational Therapy)</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SslRKvyHIFI/AAAAAAAAACM/yE0h_T5iDjA/s1600-h/DSC02165.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388927674192699474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 400px; CURSOR: hand; HEIGHT: 300px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SslRKvyHIFI/AAAAAAAAACM/yE0h_T5iDjA/s400/DSC02165.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;OKUPASI TERAPI (&lt;b&gt;OT&lt;/b&gt;/ &lt;b&gt;Occupational Therapy&lt;/b&gt;) ITU ADALAH SALAH SATU PROFESI KESEHATAN YANG MEMBANTU INDIVIDU YANG MENGALAMII KELAINAN ATAU KECACATAN BAIK SECARA FISIK DAN ATAU MENTAL YANG BERSIFAT SEMENTARA ATAU MENETAP DENGAN MENGGUNAKAN AKTIFITAS SEHARI-HARI YAITU AKTIFITAS PERAWATAN DIRI, PRODUKTIVITAS DAN AKTIVITAS MENGISI WAKTU LUANG YANG DIPROGRAMKAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN INDIVIDU TERSEBUT. &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Terapis Okupasi membantu seorang individu yang mengalami gangguan dalam fungsi motorik, sensorik, kognitif juga fungsi sosial yang menyebabkan seorang individu tersebut mengalami hambatan dalam melakukan aktifitas perawatan diri, aktifitas produktivitas dan dalam aktivitas untuk mengisi waktu luang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;PROGRAM OKUPASI TERAPI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="A"&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;SENSORY INTEGRATION&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;BEHAVIOR THERAPY&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;KOGNITIF TRAINING&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;PRE WRITING SKILL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;ADL TRAINING&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Intervensi yang diberikan menggunakan modalitas aktifitas yang telah dianalisa dan diadaptasi yang kemudian diprogramkan untuk anak sesuai dengan kebutuhan khususnya. Secara garis besar intervensi difokuskan pada :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Kemampuan (&lt;i&gt;abilities&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Keseimbangan dan reaksi postur (&lt;i&gt;balance &amp;amp; postural reactions&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Peregangan otot dan kekuatan otot (&lt;i&gt;muscle tone &amp;amp; muscle strength&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Kesadaran anggota tubuh (&lt;i&gt;body awareness&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Kemampuan ketrampilan motorik halus (&lt;i&gt;fine motor skill&lt;/i&gt;) seperti memegang/melepas, ketrampilan manipulasi gerak jari misal penggunanan pensil &amp;amp; gunting dan ketrampilan menulis, dll.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Kemampuan ketrampilan motorik kasar (&lt;i&gt;gross motor skill&lt;/i&gt;) seperti lari, lompat.naik-turun tangga,jongkok,jalan dll&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Mengenal bentuk,mengingat bentuk (&lt;i&gt;visual perception&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Merespon stimuli,membedakan input sensori (&lt;i&gt;sensory integration&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Perilaku termasuk level kesadaran,atensi,&lt;i&gt;problem solving skill&lt;/i&gt;, dll.&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Ketrampilan (&lt;i&gt;skill&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Aktifitas sehari-hari (&lt;i&gt;activity daily living&lt;/i&gt;) seperti makan,minum,berpakaian,mandi,dll&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Pre academic skill&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Ketrampilan social&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Ketrampilan bermain&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Faktor Lingkungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Lingkungan fisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Situasi keluarga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Dukungan dari komunitas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Okupasi Terapis Sebagai Konsultan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN-LEFT: 0.25in; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-family:';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-family:';"&gt;Okupasi terapis sebagai konsultan pada area :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="1" start="4"&gt;&lt;ol style="MARGIN-TOP: 0in" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Program intervensi awal&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Setting rumah,sekolah dan area bermain&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-family:';"&gt;Lingkungan dan adaptasi mainan atau media belajar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Alat Bantu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Strategi perilaku&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Adapun anak-anak sekolah yang yang perlu penanganan OT mengalami hal-hal berikut ini, diantaranya : &lt;/p&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-family:';"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Keterlambatan motorik kasar seperti lari, lompat, jongkok, main bola dll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-family:';"&gt;Ketrampilan motorik halus seperti ketrampilan memegang pensil, hasil tulisan tidak rata tebal tipisnya, dll&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-family:';"&gt;H&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;yperaktif atau hypoaktif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Tidak mampu menjaga proses berbahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Tidak mampu menjaga dan mengatur posisi saat belajar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-family:';"&gt;Gangguan persepsi visual seperti tidak lengkap dalam menyalin tulis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;G&lt;span style="font-family:';"&gt;angguan atensi dan konsentrasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;M&lt;span style="font-family:';"&gt;enarik diri&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;Kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;K&lt;span style="font-family:';"&gt;eterlambatan dalam bermain&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;T&lt;span style="font-family:';"&gt;idak disiplin&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"  style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';"&gt;&lt;o:p&gt;(Tsamaniyatun Chotimah, Amd. O. T.- Terapis Okupasi P3H)&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-7111300434733702784?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/7111300434733702784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/terapi-okupasi-occupational-therapy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7111300434733702784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7111300434733702784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/04/terapi-okupasi-occupational-therapy.html' title='Terapi Okupasi (Occupational Therapy)'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/SslRKvyHIFI/AAAAAAAAACM/yE0h_T5iDjA/s72-c/DSC02165.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-6846473672693180147</id><published>2009-03-25T10:19:00.001+07:00</published><updated>2009-05-01T13:14:48.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Surga dan Neraka adalah Urusanku!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Saya pernah mengalami suatu kondisi tertekan dalam sebuah sesi konseling dengan salah seorang siswa saya. Perasaan tertekan ini muncul ketika kami berdiskusi tentang agama. Saya mempertanyakan sikapnya yang kurang mempedulikan para guru yang mengingatkan dia berdisiplin ibadah. Saya tersentak oleh ungkapannya yang sangat panjang. &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;“Saya ini sudah besar, saya sudah baliqh. Segala dosa dan pahala ada di pundak saya. Saya akan menanggung sendiri segala akibat dari perbuatan saya. Semua manusia pada akhirnya akan mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri-sendiri di akhirat nanti. Lagipula semua manusia tidak ada yang sempurna, kecuali Nabi Muhammad yang memang dijamin langsung masuk surga. Semua manusia yang tidak sempurna, punya dosa dan kesalahan toh pada akhirnya harus mampir dulu ke neraka untuk mencuci dosa-dosanya. Guru tidak perlu repot-repot mengingatkan siswa untuk beribadah, saya juga tidak akan mengajak guru untuk bersama-sama ke neraka. Semua manusia akan berjalan sendiri nantinya. Jangan membuat saya semakin tertekan dengan banyak mengingatkan. Saya tahu, guru-guru yang mengingatkan saya akan semakin bertambah pahalanya dan berkurang dosanya. Dan ketika saya mengabaikan untuk diingatkan, maka semakin banyaklah dosa saya. Maka dari itu, sudah cukup, jangan mengingatkan saya lagi. Apa yang saya lakukan adalah urusan saya dengan Allah. Orang pasti menyangka bahwa saya berkata seperti ini karena saya telah kerasukan setan. Ya mungkin memang benar terlalu banyak setan bersemayam dalam diri saya. Saya juga sering tersiksa dengan pikiran-pikiran saya sendiri, tetapi untuk berubah rasanya sangat sulit. Jadi, biarkan saja saya.” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;&lt;/span&gt;Saya mencoba menenangkan diri selama dia meluapkan pikirannya sambil berpikir bagaimana membuka pintu hatinya untuk menerima pencerahan. Kemudian saya sampaikan sikap empati padanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;“Terimakasih, saya salut atas kejujuranmu dalam mengungkapkan pikiran. Saya paham bahwa manusia memang keimanannya bisa naik turun, bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kelemahan, yang penting manusia itu mau berubah menjadi lebih baik dari hari ke hari.” Saya berbicara sambil melihatnya wajahnya yang menunduk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;“Mendidik anak bagi semua guru di sekolah ini adalah suatu amanah, kepercayaan yang harus dipertanggungjawabkan pada Allah. Jangan berpikir bahwa guru-guru akan berhenti mengingatkan atau mengurangi kedisiplinan karena mengetahui pemikirannya yang seperti itu. Guru-guru di sekolah ini pastilah memang telah dipilih oleh Allah untuk memiliki kesabaran dalam mendidik dan kuat bertahan dengan siswa macam apapun.”, saya sangat lega sebab ketika saya berbicara dia diam dan mendengarkan, tidak memberikan sedikitpun bantahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;“Kalau boleh tahu, kenapa kamu begitu marah kalau diingatkan sholat?’, saya coba bertanya dengan lembut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;“Saya kan malu kalau diingatkan di depan orang banyak, kayaknya saya itu bandel banget sampai diingatkan terus.”, begitu jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;“Nah kalau tidak dingatkan apa kamu bisa berangkat sendiri ke masjid, tidak terlambat sholat. Bagaimana?”, tanya saya lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;“Sholat ya sholat. Kayak orang alim aja datang di awal. Tidak mau!”, jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;“Mau berubah jadi baik atau tidak?”, tanya saya lebih tegas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;“Ya mau. Tapi kalau mengingatkan jangan di depan orang banyak.”, begitu ujarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%"&gt;Dengan kesepakatan itu, diskusi saya akhiri. Saya terdiam cukup lama setelah selesai konseling ini. Saya tidak menyangka ada sebuah hati dari seorang anak yang berusia muda dengan sudut pandang yang begitu sempit. Kalimat yang dia utarakan memang logis secara akal, tapi sungguh mencerminkan kemiskinan spiritualitas. Dia menilai agama hanya karena dosa dan pahala, surga dan neraka. Padahal agama mengajarkan nili-nilai kebajikan yang amat luas yang sungguh akan mendamaikan kehidupan manusia.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Saya menarik kesimpulan bahwa memang dia belum mendapat hidayah untuk menghayati nilai spiritualitas yang sejati, mungkin dia butuh pembelajaran dan proses yang lebih tepat untuk merubah dirinya.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Peristiwa ini menjadi sebuah pengalaman berharga, saya menyadari bahwa tidak mudah untuk memberikan pendidikan nilai spiritual pada remaja. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada waktu-waktu berikutnya, saya mencoba terapkan kesepakatn yang sudah dibuat. Saya tidak pernah lagi mengingatkan dia secara langsung. Saya juga berpesan pada guru-guru yang lain untuk melakukan hal yang sama. Kadangkala memang saya masih mendapati masalah motivasi sholatnya, seperti yang tampak dalam keseharian berjalan malas-malasan atau datang terlambat ke masjid. Namun, lambat laun ada juga perubahan. Bahkan, pada akhirnya saya begitu takjub melihat dia selalu datang paling awal di masjid, seringkali saya melihat dia telah duduk manis di shaf pertama ketika saya sendiri baru tiba di masjid. Dan aku benar-benar melihat rona wajah ikhlas dan senyuman manis ketika dia melakukan itu. Sungguh aku ingin memeluknya untuk mengatakan bahwa saya bangga terhadap perubahannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-6846473672693180147?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/6846473672693180147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/surga-dan-neraka-adalah-urusanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/6846473672693180147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/6846473672693180147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/surga-dan-neraka-adalah-urusanku.html' title='Surga dan Neraka adalah Urusanku!'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-883634910075806288</id><published>2009-03-20T15:44:00.003+07:00</published><updated>2009-05-01T13:13:08.202+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Man Jadda Wa Jadda</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Sebuah kebiasaan di sekolah kami ketika akan mengirim siswa-siswinya mengikuti lomba adalah persiapan yang matang. Beberapa minggu sebelum lomba telah dilakukan proses seleksi untuk memilih perwakilan siswa yang dikirimkan. Ada dua jenis tim yang diikutkan, senior dan junior. Tim senior memang mereka yang telah sering mengikuti lomba dan dipastikan memiliki kompetensi bahasa Inggris yang bagus. Untuk kelompok ini, targetnya adalah pulang dengan kemenangan. Tim yunior adalah mereka yang memiliki kompetensi cukup tapi belum memiliki pengalaman. Untuk kelompok ini, targetnya adalah sekedar mencari pengalaman.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Selama proses pembinaan sebelum berangkat, terdapat perbedaan sikap dalam mengikuti bimbingan. Tim senior bersikap kurang disliplin, hal ini ditunjukkan dengan seringnya mereka terlambat atau bermalas-malasan ketika latihan. Guru yang membimbing mendapat kesan bahwa mereka tidak memiliki kesungguhan dalam berlatih. Berbeda dengan tim yunior, mereka sangat disiplin dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti latihan. Menjelang dua hari keberangkatan, dua orang tim senior mengundurkan diri karena alasan pribadi, mereka lebih memilih mengikuti acara keluarga. Satu sisa anggota tim senior akhirnya ikut mengundurkan diri. Ada kasak-kusuk yang mengatakan bahawa sebenarnya mereka tidak ikut karena merasa lomba ini kurang bergengsi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Guru pembimbing akhirnya memutuskan untuk mengirimkan tim yunior dengan tetap memberikan pembinaan yang lebih intensif. Akhirnya mereka berangkat dengan bersemangat. Suatu hal yang tidak terduga, mereka akhirnya membawa pulang kemenangan gemilang, juara 2 untuk lomba tingkat provinsi. Tim yang tidak diunggulkan, dengan kompetensi biasa-biasa saja, karena kesungguhan mereka dalam berlatih serta semangat untuk berprestasi yang tinggi, akhirnya memenangkan kompetisi ini. Tim Senior yang awalnya agak merendahkan rekan-rekan tim yunior menjadi kaget karena mereka pernah mencibir kemampuan mereka. Bahkan pernah berkata rekan tim yunior tidak mendapat apa-apa dari lomba itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="color:blue;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="color:blue;"&gt;Peristiwa ini menjadi sebuh pencerahan bagi guru yang mendampingi. Mereka sadar bahwa untuk mendapatkan kemenangan dalm kompetisi tidak harus selalu mengirim anak-anak berkompetensi karena kadang-kadang meraka agak sombong, meremehkan orang lain sehingga tidak sungguh-sungguh dalam menyiapkan diri. Anak-anak yang memiliki kesungguhan dalam berlatih dan memiliki kerendahan hati lebih bisa diandalkan untuk mewakili sekolah. Man Jadda Wa Jadda, Barangsiapa Bersungguh-sungguh akan Menjadi Sungguhan, begitulah pepatah Arab mengatakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-883634910075806288?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/883634910075806288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/man-jadda-wa-jadda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/883634910075806288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/883634910075806288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/man-jadda-wa-jadda.html' title='Man Jadda Wa Jadda'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-7274111164739010244</id><published>2009-03-20T15:33:00.004+07:00</published><updated>2009-05-01T13:12:39.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Jangan Berbohong pada Anak, Meskipun untuk Kebaikan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Seorang siswa dibesarkan dalam keluarga dengan pola asuh memanjakan. Kekayaan yang dimiliki orangtua membuat mereka memberikan materi yang melimpah untuk anaknya. Gaya hidup mewah telah melekat dalam keseharian mereka. Setiap kali uang saku yang diberikan habis karena dibelanjakan berbagai macam barang, orangtua akan memberi lagi seperti yang diminta anaknya. Sang anak menjadi kurang bisa mengendalikan pengeluaran keuangannya. Bahkan jika tiba-tiba anak mengaku telah memiliki hutang pada teman-temannya, dengan mudahnya orantua membayari tanpa memberikan pemaknaan agar tidak terulang.&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Suatu kali orangtua menjadi tersadar bahwa anaknya telah melampuai batas dalam menghambur-hamburkan uang. Sebuah taktik dilakukan untuk memberikan pendidikan bagi anaknya. Orangtua mengatakan bahwa bisnis mereka sedang mengalami kemunduran, oleh karena itu dia diharapkan bisa lebih berhemat dalam pengeluarannya. Dengan cara ini, orangtua mulai mengurangi uang saku dan bersikap lebih tegas menolak ketika anaknya meminta dibelikan berbagai macam barang. Orangtua cukup lega karena selama hampir sebulan, anaknya bisa berubah karena tidak ada tanda meminta macam-macam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Suatu ketika, orangtua mendapat laporan bahwa anaknya telah melakukan pencurian. Dia telah mengambil mengambil uang temannya dengan jumlah di atas 3 juta. Sang anak memberikan alasannya mencuri adalah untuk membayar hutang-hutangnya. Dia mengaku tidak berani meminta kepada orangtua karena mereka sedang dalam kesulitan ekonomi. Ternyata taktik orangtua gagal, anaknya belum dapat mengubah gaya hidup.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Orangtua yang memiliki maksud baik mendidik anaknya untuk mengendalikan diri dalam keuangan ternyata mendapati anaknya mencuri. Cara yang ditempuh dengan pura-pura mengalami kesulitan ekonomi tidak membuat anaknya berubah karena kemewahan telah menjadi gaya hidup. Kisah ini memberikan inspirasi bahwa mendidik anak dengan cara yang tidak jujur juga akan membuat anak-anak tidak jujur. Saya belajar bahwa membarikan pendidikan tentang kejujuran harus dimulai dengan kejujuran orangtua kepada anak-anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-7274111164739010244?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/7274111164739010244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/jangan-berbohong-pada-anak-meskipun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7274111164739010244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7274111164739010244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/jangan-berbohong-pada-anak-meskipun.html' title='Jangan Berbohong pada Anak, Meskipun untuk Kebaikan'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-7481139478085006157</id><published>2009-03-20T14:38:00.005+07:00</published><updated>2009-05-01T13:11:56.633+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Mengapa Anak Berbohong?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Saya memiliki seorang siswa yang sangat suka berbohong. Guru-guru telah mencoba untuk mendekati secara personal untuk meraih kepercayaanya, begitu pula saya sebagai konselor. Tetapi hubungan yang hangat dengan kepercayaan tidak pernah berlangsung lama. Dia selalu saja berbohong dan berbohong untuk menutupi kesalahan-kesalahan yang dia buat. Ia berbohong tentang kemana dia pergi, kenapa dia tidak mengerjakan PR, kenapa ia selalu melanggar aturan, dan masih banyak lagi. Meskipun kebohongan itu selalu terungkap di belakang hari, ia tak jera juga untuk berbohong. &lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: arial" face="trebuchet ms"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Setiap perilaku ada sebabnya. Anak ini dibesarkan dengan pola asuh yang kurang baik sebab dia telah berada dalam kondisi rasa tidak anam yang luar biasa selama bertahun-tahun. Keluarga yang tidak harmonis telah cukup membuat di tersiksa dalam usia kanak-kanaknya. Penderitaanya ditambah dengan kekerasan fisik dan psikologis yang dilakukan orangtuanya. Setiap kali anak melakukan kesalahan maka hukuman fisik selalu diberlakukan. Kondisi seperti inilah yang mengajari dia untuk melakukan kebohongan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: arial; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: arial; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt;Selama masa kecil, dia berusaha melindungi dirinya dari kekerasan dengan cara berbohong. Ketika dia berada di lingkungan lain, kebiasaan berbohong ini telah melekat dan menjadi karakternya. Setiap kali dia melakukan kesalahan atau sekedar merasa sedikit bersalah, refleks pertama yang dilakukan adalah berbohong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lingkungan keluarga yang tidak memberikan rasa aman akan membuat anak-anak merasa ketakutan. Setiap kali membuat kesalahan dia akan dihukum baik secara fisik maupun psikologis. Ketika berbuat salah anak merasa ketakutan maka untuk menghindari hukuman dia melindungi dirinya dengan cara berbohong. Berbohong dilakukan dengan&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;memberikan alasan sedemikian rupa untuk menghindari hukuman. Alasan-alasan yang buat seringkali bukan alasan sebenarnya. Ketika berbohong menjadi kebiasaan, maka anak ini memiliki karakter tidak jujur.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang biasanya berbohong untuk menghindari rasa malu atau hukuman karena melakukan suatu kesalahan. Saat mereka berusaha menutupi kebohongan, segalanya menjadi rumit, karena mereka harus mengingat apa yang diucapkan padahal itu sesuatu yang tidak mereka lakukan. Betapa besar tenaga yang dibutuhkan untuk menutupi kebohongan dibanding sebentar untuk menceritakan kebenaran. Berbicara benar membuat kita merasa lebih baik dan dapat memperbaiki hubungan. Kita menjadi bebas dari kekhawatiran yang berada dibalik kebohongan (Diane Tillman, 2003). Oleh karena itu, untuk menghindari anak-anak berbohong, orangtua harus menciptakan rasa aman bagi anak-anak mereka. Komunikasi yang terbuka dan perhatian yang hangat antar orangtua dan anak-anak juga akan mendorong mereka untuk selalu bersikap jujur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-7481139478085006157?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/7481139478085006157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/mengapa-anak-berbohong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7481139478085006157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/7481139478085006157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/mengapa-anak-berbohong.html' title='Mengapa Anak Berbohong?'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7008235898078128306.post-8798929995821588844</id><published>2009-03-20T12:14:00.002+07:00</published><updated>2009-05-01T13:10:15.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Hubbul Fitriyah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Dalam sebuah program pelatihan siswa baru. Kami menyelipkan materi Birrul Walidain atau berbakti pada orangtua. Kami memahami anak remaja, kadangkala mereka gengsi jika diminta untuk menyetakan kasih sayangnya pada orangtua. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Maka kami menggunkan metode tulisan, yaitu meminta mereka menuliskan harapan-harapan mereka pada orangtuanya. Berikut ini, petikan isi surat mereka :&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Siswa Pertama &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 1.65pt 0pt 27pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Sebagai seorang anak, aku pastinya berharap punya orangtua yang sempurna dalam hal apapun. Orangtuaku memang tidak sempurna tetapi pastinya mereka sudah melakukan yang terbaik bagi anaknya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 1.65pt 0pt 27pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Banyak cara untuk menjadi orangtua yang baik. Waktu masih kecil, orangtua pasti sayang sekali sama anaknya, apapun dilakukan cuma buat anaknya senang, bahkan sampai anknya besar juga masih begitu. Tapi kadang, karena begitu sayangnya sampai-sampai apapun yang dilakukan harus ada pengawasan walalupun aku sudah besar. Padahal kalau orangtua bersikap seperti itu bisa berdampak negatif, anak bisa jadi manja dan tidak percaya diri. Aku ingin punya orangtua yang baik, perhatian, sayang sama aku, tapi tidak terlalu mengekang kebebasanku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 1.65pt 0pt 27pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Aku tahu mereka sayang sama aku dan takut kalau kenapa-kenapa, buktinya tiap kali aku pergi kemanapun aku selalu ditelepon 2 kali dalam satu jam. Betapa takutnya mereka. Tapi aku tahu mereka melakukan itu karena takut aku berubah jadi anak yang tidak baik. Aku ingin orangtuaku adil dan bijaksana.&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: 1.65pt; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;h3 style="LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: 1.65pt; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Siswa Kedua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 1.65pt 0pt 45pt; TEXT-INDENT: 27pt; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Ayah dan bundaku adalah orang yang paling berjasa dalam hidupku. Mereka selalu memberiku kasih sayang setiap waktu ketika aku bersama mereka. Untuk Ayah, aku berharap agar dia selalu bersamaku setiap saat di kala aku sedih atau senang, selalu membantuku, dan selalu menyayangiku. Aku juga berharap ia selalu bertindak tegas kepadaku tanpa harus keras dan tetap memberikan rasa aman dan sayang dalam setiap perintahnya. Aku tahu, perintahnya pasti tidak ada yang akan membuatku terjerumus dalam sesuatu yang buruk. Untuk ibu, aku ingin selalu merasakan aura yang memberi keamanan dan kasih sayang yang sangat kuat. Aku ingin ia selalu sabar menghadapiku dan selalu membantuku dalam pembenahan diri. Ibu, saat ini sedang dalam proses berubah, aku mohon ibu selalu sabar dalam membimbingku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3 style="LINE-HEIGHT: 150%; MARGIN-RIGHT: 1.65pt; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Siswa Ketiga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="MARGIN: 0in 1.65pt 0pt 45pt; TEXT-INDENT: 0.5in; LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:blue;" &gt;Saya sangat ingin membahagiakan orangtua. Walaupun mungkin apa yang saya lakukan tidak sebanding dengan jasa-jasa mereka. Mereka telah menghabiskan banyak waktu, pikiran, tenaga, uang, dan masih banyak lagi hanya untuk membantu saya menjadi anak yang baik, berbakti pada mereka, serta membuat saya bahagia. Banyak cara yang dapat dilakukan anak untuk membahagiakan orangtua. Salah satunya yang dapat saya lakukan adalah dengan membahagiakan mereka dengan cara mengukir prestasi. Saya juga mencoba dengan cara membantu meringankan pekerjaan rumah supaya mereka senang. Saya berusaha tidak menyia-nyiakan segala pemberian mereka baik berupa barang ataupun bukan. Segala pemberian itu harus digunakan scara maksimal. Saya juga berusaha untuk tidak menyakiti perasaan mereka. Saya juga selalu berusaha mewujudkan cita-cita dan harapan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="LINE-HEIGHT: 150%; TEXT-ALIGN: justifyfont-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN" style="LINE-HEIGHT: 150%;color:red;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="color:blue;"&gt;Sesungguhnya anak-anak kita telah dibekali hati nurani untuk selalu menunaikan kejujuran. Jika mereka ditanya tentang hubungan mereka dengan orangtua, kejujuran yang muncul selalu bernuansa kebaikan. Secara alami anak-anak sangat mencintai orangtuanya dan ingin memberikan yang terbaik untuk orangtunya.&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;Dalam kajian Islam kita mengenal istilah Hubbul Fitriyah, cinta yang datang dari fitrah dasar manusia. Kasih sayang yang hadir tanpa perlu belajar, sebab tumbuh secara alami, yaitu cinta kepada orangtua.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7008235898078128306-8798929995821588844?l=pelayanan-psikologi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/feeds/8798929995821588844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/hubbul-fitriyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/8798929995821588844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7008235898078128306/posts/default/8798929995821588844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pelayanan-psikologi.blogspot.com/2009/03/hubbul-fitriyah.html' title='Hubbul Fitriyah'/><author><name>Pusat Pelayanan Psikologi Al Hikmah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08062030447120184990</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_yDUVQy-fCqQ/ScxaXhkKVYI/AAAAAAAAAAc/ajWkG0GYgYY/S220/Logo+P3H.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
